Telkom Blokir Netflix dibuka, Siapa yang Diuntungkan

dismovsin 0
Telkom Blokir Netflix dibuka, Siapa yang Diuntungkan

Dismovsin – Kabar gembira bagi para penggemar saluran hiburan Netflix, hingga Rabu (08/07/20) Penyelenggara Layanan Internet (ISP) terbesar milik pemerintah, Telkom Group, telah membuka aksesnya kepada publik melalui ISP milik negara ini.

Penutupan atau pemblokiran akses Telkom sudah berlangsung selama 4 tahun, karena Telkom melihat sejak pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 2016, Netflix ditemukan belum memenuhi kriteria untuk menjalankan bisnis jasa entertainment sesuai kebutuhan bisnis di Indonesia.

Keputusan Telkom menutup akses Netflix pada saat itu disambut baik dan diapresiasi oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika yang saat itu masih dipimpin oleh Rudiantara.

Model layanan Netflix bisa masuk ke Indonesia asalkan memenuhi berbagai regulasi yang ada di Indonesia, termasuk aturan terkait konten yang disediakan oleh perusahaan layanan video on demand.

“Netflix merupakan perusahaan Electronic Systems Operator (PSE) asing yang membuka layanan di Indonesia dan berarti harus mengikuti kebijakan yang ada di Indonesia,” kata Rudiantara yang saat itu masih menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika.

Lantas kenapa kini layanan Netflix membuka akses untuk pengguna ISP grup Telkom seperti Telkomsel, Indihome dan Wifi.id? Tanya Veronika Asisten Virtual

Menurut Telkom, alasan mereka membuka lockdown karena Netflix telah menunjukkan komitmen yang serius dengan mengambil langkah konkrit untuk beradaptasi dengan lingkungan masyarakat Indonesia, termasuk masalah hukum dan operasional.

“Telkom mengapresiasi pergeseran fokus Netflix ke pasar Indonesia sehingga menawarkan kesempatan kepada pelanggan Telkom Group untuk mengakses berbagai konten hiburan,” kata Arif Wibowo, Vice President Corporate Communication PT. Telkom Indonesia, Selasa (07/07/20).

Salah satu langkahnya adalah Netflix kini menyiapkan sistem parental control yang akan membatasi akses ke program sensitif dan bisa disesuaikan berdasarkan usia.

Maka Nerflix telah setuju untuk mematuhi Self-Regulatory Code for Video-On-Demand Subscription dalam komitmen ASEAN, salah satunya termasuk kesepakatan untuk tidak melakukan streaming konten yang mengandung unsur rasial dan pornografi.

Menurut saya, itu sebenarnya hanya alasan idealis agar terlihat lebih meyakinkan bagi penonton. Jika demikian, semua akses ke Netflix harus ditutup, tidak terbatas pada ISP Telkom.

Apalagi, sebelum Telkom membuka akses, masyarakat Indonesia bisa menikmati layanan Netflix dengan leluasa.

Asal tahu saja, dalam kurun waktu 3 bulan Januari hingga April 2020 atau disebut juga kuartal pertama tahun 2020, pelanggan Netflix di Indonesia telah meningkat menjadi 16 juta pelanggan.

Dua kali lipat jumlah pelanggan Netflix di kuartal keempat 2019 yang mencapai 8,8 juta pelanggan. Pandemi Covid-19 telah membawa berkah tersendiri bagi perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.

Secara global, pelanggan Netflix pada kuartal keempat 2019 mencapai 167 juta pelanggan, 100 juta di antaranya di Amerika Serikat.

Dengan kondisi seperti ini, menurut saya bukan hanya soal idealisme, kenapa Telkom membuka blok, tapi lebih dari segi bisnis.

Suka atau tidak suka, lanskap bisnis jasa tontonan berubah drastis sejak keberadaan YouTube lalu bergabung dengan Netflix, dan ketika Covid-19 datang, perubahannya menjadi semakin akut, yang umumnya menyukai film di bioskop-bioskop yang ada. sekarang dilihat di rumah melalui perangkat pintar atau TV.

Dan jangan lupa bahwa paket berlangganan Netflix merupakan alat tawar bagi operator ISP untuk menarik pelanggannya, bisa jadi jika Telkom tidak bergerak, terus blokir layanan Netflix, pelangganmu akan meninggalkanmu.

Artinya Telkom akan rugi banyak jika terus memblokir akses Netflix melalui salurannya. Telkom sudah pasti menghitung hilangnya peluang jika terus memblokir Netflix.

Meski selama ini belum jelas seperti apa skema perdagangan antara Netflix dan Telkom, namun yang jelas dengan beberapa logika dasar, Telkom pada akhirnya hanya akan diuntungkan.

Pelanggan Telkomsel misalnya, akan lebih banyak menghabiskan waktu menggunakan data internet karena mengakses Netflix, sehingga lebih sering membeli saham internet dan jelas akan ada peningkatan pendapatan bagi Telkomsel.

Di luar itu, jangan lupa juga ada keuntungan negara langsung dari layanan Netflix ini, setelah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 48 / PMK.03 / 2020 mewajibkan produk layanan audio dan streaming. Spotify dan Netflix akan dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10%.

Tentunya, keputusan unblock Telkom akan menambah jumlah pelanggan Netflix, pelanggan Telkomsel pada kuartal IV tahun 2019 sudah memiliki 170 juta pelanggan.

Dengan dibukanya blokade tersebut, hampir dipastikan pelanggan Netflix akan bertambah, Telkom lebih diuntungkan, penerimaan pajak negara juga meningkat.

Jadi saya simpulkan bahwa semua pihak benar-benar diuntungkan, jadi pemblokiran Netflix oleh Telkom Group adalah murni keputusan komersial yang disertai tipu muslihat idealis itu.